Review Gadget dan Teknologi Berbahasa Indonesia

Apakah Saat Membeli iPhone di Telkomsel Kita Sedang Diperas Oleh Mereka?

(01.07.2009 | 01:03 wib)

Kami di Teknologila mendiskusikan pertanyaan ini sore tadi. Pun sebagian dari kita pasti penasaran dengan itu, sebagian lagi sangat optimis bahwa jawabannya pasti “Iya!”. Kami mendapatkan data dari Wired tentang bagaimana para operator di Amerika membuat skema kontrak untuk pembelian smartphone. Ada 4 smartphone terbaik saat ini yang dibedah, yaitu iPhone, G1 Android, Palm Pre dan BlackBerry Storm.

Namun dari 4 smartphone itu hanya 3 yang bisa didapatkan di Indonesia. Dan hanya 2 yang bisa dibeli secara resmi, iPhone dan Storm. Untuk G1, Anda bisa mendapatkannya di Roxy atau pasar handphone lainnya dengan harga sekitar 7-8 jutaan, tentunya tanpa garansi. Sedangkan Palm Pre sampai saat ini belum ada jejaknya disini.

Sebelum kita bahas data dari Wired, kita harus bersyukur karena iPhone dan Storm bisa didapatkan di Indonesia dengan harga tunai, sehingga mudah untuk mengira-ngira nilai dari keduanya. Sayangnya untuk iPhone, Wired sudah memasang iPhone 3GS 32GB sedangkan di Indonesia spek tertinggi baru tersedia iPhone 3G 16. Tapi tidak masalah karena nantinya biaya untuk 3GS 32GB tidak terlampau jauh dengan 3G 16GB.

Berdasar data dari Telkomsel, iPhone 3G 16GB bisa dibeli secara tunai dengan harga basic 9.6 juta. Untuk Storm, Indosat memasang harga 8.55 juta belum termasuk layanannya. Bagi kita di Indonesia, harga-harga itu memang terlampau mahal, apalagi kalau kita bandingkan dengan sebuah laptop Compaq Presario terbaru, atau netbook Asus. Apakah sebetulnya harganya jauh dibawah itu dan kita sedang diperas oleh Indosat dan Telkomsel untuk perangkat-perangkat itu?

Dengan jujur, rendah hati dan tanpa sogokan dari mereka kami menjawab: “Ternyata tidak, tergantung kebiasaan Anda menggunakan layanan”.

Lihatlah data Wired dibawah ini. Untuk kedua benda yang sama diatas, orang Amerika harus mengeluarkan dana lebih dari 35 juta dalam 2 tahun. Sekilas biaya untuk handset memang murah, hanya 3 juta di awal untuk iPhone dan 1,5 juta untuk Storm. Namun mereka memasang tarif tinggi untuk biaya layanan, sekitar 1,5 juta perbulan untuk penggunaan tanpa batasan. Semuanya belum termasuk pajak, biaya aktivasi dan biaya kelebihan penggunaan lain. Bayangkan saja jika Anda harus membayar 1,5 juta perbulan selama 2 tahun untuk menggunakan layanan dari operator sedangkan untuk membeli handphone-nya saja hanya 3 juta. Kecuali jika Anda memang terbiasa sms, nelpon dan browsing di handphone tanpa henti, maka 1,5 juta jadi masuk akal.

smart_guide2-1

Kesimpulannya, jika Anda menggunakan layanan dari operator secara normal dan berkisar 500 ribu (bahkan jika 1 juta) perbulan, maka memiliki iPhone dan Storm di Indonesia masih lebih murah dibanding di Amerika. Akan lebih murah lagi jika Anda membeli kedua benda itu dari pasar non resmi yang harganya selisih 30% dari harga resminya. Tapi sekali lagi kami tekankan bahwa sebagai blogger yang takut dibredel, kami menyarankan Anda untuk membeli ditempat resmi. Cuma saran sih :D

Comments (6)

 

  1. WemPeACE says:

    waduh…ngampleng……
    untung “smartphone” yg aku punyai judulnya C55
    kenapa saya sebut smartphone….soalnya gak ada handset yg beradi diadu sama punya saya (dijatuhin dari ketinggian lebih dari 2 meter, buat ngelempar orang, etc)…eh sorry…mungkin lebih tepatnya saya sebut bandelphone….

  2. anton says:

    mau diadu dengan punya saya ? SL45, smartphone keren dijamannya. sekarang ? lcd mati, batere ga nyala.

  3. WemPeACE says:

    bwakakaka……LCD mati, batere gak nyala mah namanya bukan smartphone lagi om anton
    ..tp matiphone.. :D

  4. Andreas says:

    Loh mana bisa dibandingin sama US. Disana kan unlimited sementara disini nggak.

  5. Sayangnya di Indonesia nggak ada bundling unlimited. Tapi kita bisa lihat paket yang tertinggi untuk iPhone Telkomsel yaitu 1.150rb untuk 12 bulan tetapi biaya awalnya 0 rupiah. Jadi katakanlah paket unlimitednya 1,5 juta perbulan, harga di Indonesia masih jauh lebih murah.

    Lalu yang kami tegaskan diatas, perhitungan ini berdasar asumsi penggunaan layanan 500ribu perbulan. Kami yakin banyak sekali pengguna iPhone dan Storm di Indonesia yang pengeluarannya lebih banyak untuk menyicil handsetnya dibanding biaya layanannya. Kalaupun penggunaan layanannya dikisaran 1 juta, teteeeep masih lebih murah. Hehehe.

  6. iPhone ki opo to?

Leave a Reply