Review Gadget dan Teknologi Berbahasa Indonesia
Reinkarnasi Olympus PEN
(30.06.2009 | 16:59 wib)
Siapa bilang dengan kamera yang semakin besar maka foto yang dihasilkan akan semakin baik. Banyak fotografer senior yang hebat justru malah “memperkecil” ukuran kameranya (iya sih, Leica memang). Itu sebabnya pasar untuk kamera kecil dengan kualitas premium masih tetap diperhitungkan. Selain Leica di Jerman, ada Olympus dari Jepang yang terbiasa membuat benda hebat. Untuk memperingati seri kamera legendaris Olympus PEN, mereka mengeluarkan PEN E-P1, kamera berukuran mini (8.5 x 20 x 18mm) yang diklaim sebagai non compact & non SLR.
Olympus PEN pertama kali dikeluarkan pada tahun 1959 dengan tujuan mendapatkan kamera yang berkualitas baik berukuran kecil. Untuk mencapai ukuran ini mereka harus menghilangkan banyak hal, mulai dari prisma, cermin bahkan ukuran frame! Olympus PEN adalah kamera dengan ukuran frame hanya setengah ukuran normal. Jika biasanya satu frame film berukuran 24×36mm, maka ukuran frame PEN hanya 18 x 24. Dengan itu, PEN bisa memotret 2 kali lipat lebih banyak dalam roll film yang sama. Selama bertahun-tahun seri PEN merajai pasar fotografi dunia (terjual 17 juta unit!) dan sering digunakan oleh para fotografer hebat sebagai kamera kedua. Keunggulan PEN adalah bentuk yang efisien, ringan dan lensa D-Zuiko yang terkenal kualitasnya. Daya tahan fisiknya yang kuat juga jadi andalan fotografer saat meliput perang.
Setelah 50 tahun, Olympus mengeluarkan versi digital dengan bentuk yang tetap klasik. E-P1 adalah kamera digital 12.3 MP yang dilengkapi dengan pemroses gambar TruePic V, teknologi yang diklaim Olympus dapat menghasilkan gambar setara dengan SLR. Selain itu ada layar 3 inch, sensor horisontal agar hasil foto tidak miring dan yang terbaik dari semua itu adalah lensa D-Zuiko yang dapat dilepas tukar.
(Olympus)
Comments (2)

widih…..
nice info, lagi suka foto2x nih
dimana yah bisa dapetin olympus pen yang jadulnya
Lagi nunggu dijual di Indonesia. Ini akan menjadi kamera perjalanan yang paling sering dibawa.
Ditunggu updatenya. Salam, wayan